Friday Mar 12

Warteg Boys Terinspirasi Tukang Ojek

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

Berawal dari sebuah keakraban bersama tukang ojek, Trio DJ Bongs, Agus 'Jokaw' dan Ari 'The Gundals', mendapat inspirasi untuk menulis lagu yang diberi judul Okelah Kalau Begitu. Tukang ojek? Ya, seorang tukang ojek memberikan inspirasi kepada DJ Bongs saat meminta dibuatkan lagu rap. “Wajahnya mengingatkan saya sama Xi, film God Must Be Crazy. Mirip,” selorohnya.

Sejak sehari bersama tukang ojek yang berasal dari Tegal inilah, trio DJ Bongs, Agus, dan Ari mendapat inspirasi untuk membuat lagu Okelah Kalau Begitu. DJ Bongs mengatakan, lagu tersebut sebenarnya telah ada sejak empat tahun lalu. “Lagu ini juga pernah menjadi salah satu lagu untuk film D’Bijis,” tukas Bongs. Tapi, untuk masuk ke dapur rekaman sudah pasti ada perbaikan dalam lagu tersebut. Bahkan, lagu ini juga pernah menjadi jingle salah satu provider seluler buat iklan.

Berawal dari Dunia Maya Okelah Kalau Begitu memang dikenal dari dunia maya. Sejak memasang video klip di laman youtube itulah, nama Warteg Boys mulai dikenal. Lagu-lagunya pun mulai banyak diunduh. Sejak itu respons semakin meningkat. DJ Bongs mengatakan, respons masyarakat itulah yang mendorong mereka berani tampil di industri musik Indonesia. “Ada 1300 respons di youtube,” kata Bongs.

Warteg Boys mengadopsi filosofi pribumi. Warung nasi sederhana yang biasa dikenal dengan warung tegal inilah yang menjadi inspirasi mereka. Promosi Masakan Negeri Sendiri Sebagai pecinta masakan dalam negeri, DJ Bong, Agus, dan Jaka sepakat menggunakan nama warteg ketimbang warnas (warung nasi). “Warteg itu kan tempat kumpul. Kita juga sering makan di warteg,” ujar mereka.

Mereka ingin sekali mengubah cara pandang masyarakat Indonesia. Musik yang mereka bawakan pun asli musik Indonesia. “Musik masih native Indonesia. Kita ingin mengubah cara pandang VOC,” tambahnya. Maksud Bongs dengan cara pandang VOC adalah termasuk makanan di resto cepat saji ala luar negeri. Padahal, kata dia, makanan lokal juga tak kalah enak. “Coba, orang selalu memandang kalau bule itu cakep. Padahal sudah ada ukurannya, mengapa orang negro suka sama orang negro. Indonesia saja yang memandang bule itu cakep, itu adalah peninggalan VOC,” jelas Bongs. Jelas, munculnya Warteg Boys memang memberikan aura positif bagi warung-warung nasi. “Sambil makan di warteg, hiburannya lagu Warteg Boys,” tukasnya. (net)

Login

            Forgot login? | Register

Shopping Cart

Your cart is empty
Banner

More Info

BUZ(surabaya)


ILLIYEN (surabaya)

KASAN(jakarta)
Banner
Banner
Share on facebook

Events

Tours

No current events.

Banner
Banner
Banner
Banner